Antara Nada dan Netra: Ketika Mata Tak Lagi Menari Bersama Musik

Saya selalu percaya, mendengar lagu yang kita suka adalah pengalaman multisensori. Bukan cuma telinga yang bekerja. Mata pun ikut merayakan. Gerakan tangan saat memetik senar, gestur penyanyi saat membawakan lirik, hingga kerlap-kerlip lampu konser — semuanya adalah bagian dari orkestra visual. Namun belakangan ini, mata saya mulai mengalami keluhan.



Pernah suatu malam, saya menonton ulang konser BTS favorit saya. Tapi entah kenapa, bukannya hanyut dalam aransemen musik yang biasanya bikin hati senang, saya malah sibuk mengucek mata. Rasanya sepet, perih, dan lelah. Saya pikir, “Ah, paling karena kurang tidur.” Tapi itu terus berulang, bahkan setelah tidur cukup. Bahkan saat saya hanya duduk sambil mendengarkan playlist “Golden”-nya Jung-kook, mata saya tetap tak nyaman. Apakah musik yang salah? Atau saya yang mulai berubah?

Lalu saya mulai membaca dan menemukan satu istilah yang cukup menjelaskan semuanya: mata kering.

SePeLe: Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai

Masalahnya, gejala mata kering ini sering kali sepele, atau lebih tepatnya: SePeLe — singkatan dari Sepet, Perih, dan Lelah. Tiga hal yang kalau dibiarkan bisa bikin pengalaman mendengarkan musik jadi tidak utuh lagi.

  1. Sepet, bukan cuma karena lagu yang terlalu mellow, tapi karena mata seperti kekurangan pelumas. Pandangan jadi buram, tidak fokus, dan rasanya seperti ada debu tipis menempel di kornea.
  2. Perih, apalagi saat melihat layar terlalu lama. Mau edit lagu di software DAW atau sekadar browsing chord gitar, mata jadi terasa tersayat halus.
  3. Lelah, yang bukan karena begadang, tapi karena mata harus bekerja ekstra keras untuk tetap fokus.

Awalnya saya kira ini cuma efek dari terlalu lama menatap layar. Tapi bahkan ketika saya mengurangi screen time, mata tetap terasa sama. Sampai akhirnya saya sadar: ini bukan cuma soal durasi melihat, tapi juga soal kondisi mata yang mulai kekurangan pelumas alami.

Di Balik Lirik, Ada Cerita

Saya ingat sekali, waktu itu saya sedang belajar menulis lirik lagu untuk kesenangan pribadi. Lagu itu bercerita tentang kehilangan, dibalut melodi akustik dan sedikit sentuhan synth lo-fi. Seharusnya itu jadi momen intim antara saya dan layar laptop. Tapi rasanya seperti ada penghalang: mata saya berair, perih, dan sulit diajak kompromi. Akhirnya saya harus berhenti, padahal inspirasi lagi deras-derasnya.

Itulah titik ketika saya mencoba INSTO DRY EYES.



Saya skeptis awalnya. Tapi setelah pemakaian rutin, saya bisa bilang ini jadi penolong saat saya sedang on fire berkarya. Rasa sepet, perih, dan lelah mata berangsur mereda. Saya pun bisa kembali tenggelam dalam dunia musik tanpa harus terganggu oleh kabut di mata sendiri.

Solusi Sepelemu Bisa Berdampak Besar

Untuk kamu yang hidupnya tak lepas dari layer, baik sebagai editor musik, musisi, content creator, atau sekadar penikmat musik digital, jangan abaikan gejala mata kering. Saya paham betul bagaimana satu lagu bisa menuntut waktu berjam-jam untuk mixing atau sekadar mengulik nuansa. Namun, mata kita juga butuh waktu untuk beristirahat dan diperhatikan.

Berikut beberapa hal yang saya lakukan sebagai langkah preventif dan solutif:

  1. Ikuti aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
  2. Jaga kelembapan ruangan, apalagi kalau kamu kerja di ruangan ber-AC. Gunakan humidifier kalau perlu.
  3. Kurangi cahaya layar dan gunakan mode malam, terutama saat mendengarkan atau mengedit musik malam hari.
  4. Teteskan Insto Dry Eyes saat mulai terasa gejala mata sepet, perih, atau lelah. Jangan tunggu sampai semakin parah.
  5. Pijat lembut area sekitar mata, terutama setelah seharian berada di depan laptop atau smartphone.

Dan yang paling penting: dengarkan tubuhmu. Termasuk matamu, karena dalam setiap bait lagu yang kita ciptakan atau nikmati, mata adalah jendela dari pengalaman itu sendiri. Jika jendela itu buram, seluruh suasana jadi ikut kabur.

Jangan Sepelekan SePeLe

Saya tahu, kadang kita terlalu sibuk mengejar nada yang sempurna sampai lupa kalau tubuh kita juga butuh harmoni. SePeLe mungkin terdengar enteng, tapi bisa jadi awal dari gangguan penglihatan yang lebih besar jika diabaikan.

Jadi mulai sekarang, kalau mata terasa mulai "nge-lag" saat nonton konser online atau menyunting beat trap yang rumit, jangan ragu untuk tetesin Insto Dry Eyes. Karena kesehatan mata itu bagian dari seni menikmati musik juga.

Kadang, kepekaan terhadap hal kecil seperti mata kering bisa menyelamatkan inspirasi besar. Karena bagaimanapun, saya percaya: mata yang sehat bisa mendengar lagu lebih dalam.

#InstoDryEyes #MataKeringJanganSepelein

 


Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Musik Lo-Fi: Kenapa Cocok untuk Fokus dan Santai?

Kenapa Lagu Lama Masih Enak Didengar?