Antara Nada dan Netra: Ketika Mata Tak Lagi Menari Bersama Musik
Saya selalu percaya, mendengar lagu yang kita suka adalah pengalaman multisensori. Bukan cuma telinga yang bekerja. Mata pun ikut merayakan. Gerakan tangan saat memetik senar, gestur penyanyi saat membawakan lirik, hingga kerlap-kerlip lampu konser — semuanya adalah bagian dari orkestra visual. Namun belakangan ini, mata saya mulai mengalami keluhan. Pernah suatu malam, saya menonton ulang konser BTS favorit saya. Tapi entah kenapa, bukannya hanyut dalam aransemen musik yang biasanya bikin hati senang, saya malah sibuk mengucek mata. Rasanya sepet, perih, dan lelah. Saya pikir, “Ah, paling karena kurang tidur.” Tapi itu terus berulang, bahkan setelah tidur cukup. Bahkan saat saya hanya duduk sambil mendengarkan playlist “Golden”-nya Jung-kook, mata saya tetap tak nyaman. Apakah musik yang salah? Atau saya yang mulai berubah? Lalu saya mulai membaca dan menemukan satu istilah yang cukup menjelaskan semuanya: mata kering. SePeLe: Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai Masalahnya, gej...